Senin, 16 Mei 2011

mahasiswa kering [2]

air hujan adalah salah satu dambaan terbesar para petani di desa tersebut, karena di desa tersebut hampir tidak ada irigasi air buat persawahan. inilah kesengsaraan masyarakat yang ada di daerah tersebut, apabila tidak ada hujan maka juga tidak ada tanaman yang hidup, hanya beberapa masyarakat di desa tersebut yang mengambil air dari sungai untuk bercocok tanam dengan cara memakai mesin penyedot air.
dengan keadaan perekonomian yang memprihatinkan tersebut masyarakat sekitar juga kurang akan pentingnya pendidikan untuk putra-putrinya. mereka lebih memntingkan fasilitas-fasilitas seperti montor, televisi, dan lain sebagainya.
walau keadaan yang mencekam seperti itu tidak semua masyarakat terlena dengan keberadaan ekonomi yang lemah. buktinya ada salah satu keluarga yang sangat sederhana, tetapi keluarga tersebut sangat peduli dengan pendidikan putra-putrinya dan selalu mengorbankan apapun yang mereka punyai demi bisa menyekolahkan putra-putrinya. menurut beliau (ayah dan ibu dari keluarga tsb) pendidikan itu sangat penting untuk menyadarkan dan membaikkan seorang anak, dan pendidikan itu niatnya yang baik dan jangan mengharapkan untuk mencari pekerjaan belaka, tapi niatillah dengan iklas mencari ridho allah dan untuk menghilangkan kebodohan umat manusia.
dengan kondisi perekonomian yang mencekik keluarga tersebut tidak lalu menyerah dengan keadaan, tetapi bangkin dengan keadaan tersebut. ini terbukti dari pendidikan putra-putrinya yang lumayan baik dari pada keluarga yang lain, bahkan lebih baik dari keluarga yang diatasnya.
anak pertamanya yang pada waktu itu juga sudah bisa menamatkan SLTP dan sesudah lulus SLTP dia meneruskan untuk mondok pesantren disalah satu daerah yang dijuluki kota santri, karena di daerah tersebut banyak sekali santri-santri dan juga pondok pesantren-pondok pesantren hingga empat tahun, dan setelah itu dijodohkan dengan salah satu santri di pondok tersebut.
anak yang kedua lebih tinggi pendidikanya dari pada anak yang pertama. dia setelah sekolah dasar di dekat tempat kediamanya memutuskan untuk langsung mondok di tempat dekat kakaknya mondok dan tidak meneruskan SLTP, akan tetapi waktu demi waktu berjalan dan pemikirannya berubah. setelah satu tahun nyantri dia berubah pikiran dan minta izin kepada orang tuanya untuk melanjutkan sekolah lagi, mendengar pernyataan itu orang tuanya senang sekali karena anak yang kedua tersebut mempunyai keinginan untuk sekolah. setelah direstui dia pun langsung mendaftar di sekolah yang dia inginkan tersebut. yang mengherankan, dia sudah berhenti sekolah satu tahun, tetapi sama pihak sekolahan diperbolehkan masuk langsung di kelas dua SLTP. Setelah lulus SLTP dia terus meneruskan SLTA dengan tetap mondok dan setelah lulus SLTA dilanjutkan merantau ke malang untuk meneruskan ke perguruan tinggi.

Minggu, 15 Mei 2011

mahasiswa kering [1]

wah rupanya mahasiswa itu g cukup dengan baca buku, ngerjain tugas, masuk kuliah, ikut organisasi. tetapi mahasiswa itu harus belajar hidup yang mandiri dan enggak berfoya-foya, keasana kemari, jalan sana, jalan sini, ikut orasi gembar-gembor.
pandangan banyak orang mahasiswa adalah enak, berpakaian rapi, wangi, dan hidup selalu mewah, tapi juga ada benarnya sich walaupun tidak semua benar, buktinya saya itu tidak begitu, apakah karena saya berasal dari keluarga kurang mampu, dan berasal dari desa yaw,,,
kelihatanya memang begitu, karena saya ini orang yang menjadi mahasiswa nekat, dan kelihatanya saya ini menjadi mahasiswa paling miskin ich di kampus yang lumayan besar seperti ini. keluarga aku saja juga bukan dari keluarga yang lebih. ayahku lulusan sekolah dasar (SD), ibuku tidak lulus SD, malahan beliau hanya sekolah dasar 4 tahun, setelah itu keluar karena faktor keadaan lingkungan.
tetapi semangat mereka untuk memberikan putra-putrinya sangat luar biasa, walau pekerjaan orang tuaku seorang petani ladang yang tidak ada irigasi air, hanya mengandalkan irigasi dari allah swt yaitu air hujan.

aktifitas hari ini

pagi yang cerah aku keluar kamar ma'had dengan keadaan belum mandi, hanya dengan cuci muka saja.
hari ni (16/05) adalah hari cuti bersama di kampusku uin malang, keadaan sivitas akademika lumayan lenggang, baik di ma'had ataupun di gedung-gedung perkuliahan, ataupun di masjid tarbiyah dan di masjid ulul albab. tempat-tempat tersbut yang pada hari-hari biasa sangat rame dipenuhi para sivitas akademika uin malang, tpi hari ini terlihat lengang. hanya satu tempat yang terlihat ramai yaitu lapangan. dilapangan pada pagi hari selalu ramai dipenuhi para olahragawan, yang hobi berplah raga, salah satu olah raga yang terlihat rame memainkan bola pada pagi hari ini adalah olah raga bola bagket, yang dihuni oleh olah ragawan dan olahragawati, mereka sangat girang sekali memainkan bola basket, suara teriak dan guaraupun juga menambah ramai.
uin malang adalah kampus islami yang selalu memperlihatkan corak-corak keislamannya hari ini benar-benar sepi sekali. ini membuat saya agak gimana gitu, sebab tidak biasanya seperti ini.
padahal hari ni jadwak saya dan teman-teman kelompok untuk melakukan observasi di lembaga kajian mutu, direktorat lantai empat. tetapi gagal karena rektoratpun cuti  bersama. agenda selanjutnya yang akan saya lakukan adalah menyelesaikan tugas adari UKM untuk meresensi sebuah buku dan dan membuat kliping. semoga selesai dengan lancar, dan kegiatanku di UKM bisa terus berjalan dan aku bisa menulis dengan giat dan benar. amiiiiiiiiiiiin